29 Oktober 2009

Beberapa Tips untuk Membuat Situs Web Menjadi Lebih ‘Populer’

Anda/organisasi Anda memiliki sebuah situs web yang contentnya cukup menarik namun pengunjungnya hanya sedikit? Atau meskipun pengunjung banyak namun mereka tidak terlalu banyak mengeksplor website Anda? Ataupun banyak pengunjung yang tidak betah di website Anda? Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Dan uniknya, seringkali yang dibutuhkan hanyalah ide-ide yang cukup sederhana dRata Penuhan mungkin tanpa perlu usaha yang terlalu berat.

Anda tidak perlu menjadi seorang yang super jenius atau super brilian untuk memunculkan ide-ide seperti itu., Anda cukup memiliki kepekaan terhadap dunia internet dan budaya yang ada di dalamnya. Sebagai seorang pengelola situs web yang baik Anda harus bisa menerima feedback dari para penjelajah situs Anda dan juga harus bisa melihat trend yang ada di dunia luar.

Melalui artikel ini dicoba dimunculkan beberapa ide-ide sederhana yang berasal dari berbagai sumber termasuk dari beberapa pakar web (web designer, web author, dan lain-lain) berdasarkan pengamatan terhadap para penjelajah internet maupun terhadap beberapa website yang ada. Anda dapat memunculkan sendiri ide-ide brilian milik Anda, cukup dengan memperluas wawasan Anda terhadap trend, budaya, dan kemajuan teknologi yang ada di dalam ataupun di luar dunia internet. Lalu tuangkan saja ide Anda itu ke dalam website Anda dan lihat saja hasilnya setelah itu ambil feedback (masukan/kritik/saran/pujian) untuk penyempurnaan lebih lanjut.

Proses Loading Situs Web Harus Cepat

Terkadang suatu situs web yang memiliki content yang menarik ataupun yang memiliki desain yang indah, kurang mendapat perhatian dari penjelajah internet. Itu bisa terjadi bila situs tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama untuk loadingnya (terutama masalah loading image) dan hal ini akan membuat pengunjung situs menjadi bosan.

Para pengguna internet menginginkan informasi yang tersaji dengan cepat. Bayangkan saja betapa bosannya seorang pengunjung web manakala harus menunggu relatif lama untuk dapat mendownload keseluruhan sebuah halaman web. Ia bisa saja mengklik tombol Stop untuk mematikan proses download halaman kemudian mematikan fasilitas auto load image dari browsernya atau malah pindah ke halaman lain yang lebih cepat.

Sepertinya hal tersebut sepele, namun bila tidak diantisipasi maka jerih payah Anda membangun suatu situs yang menarik dan indah akan menjadi usaha yang sia-sia. Karena kendala kecepatan akses inilah maka penerapan teknik desain cetak tradisional termasuk teknik interaktif multimedia pada situs Anda harus dipikirkan dengan matang.

Oleh karenanya, dalam membuat suatu situs perlu diperhatikan pembuatan desain web maupun grafis yang indah tapi dari segi ukuran file-filenya cukup kecil. Hal tersebut perlu dipikirkan untuk mengantisipasi para pengunjung situs yang koneksi internetnya tidak terlalu cepat.
Format file image yang efektif

Salah satu masalah yang berkaitan dengan hal tersebut adalah masalah file image. Dalam dunia web kita bisa melihat proses loading berbagai format file image. Dan diantara format-format yang ada, yang sering digunakan adalah format JPEG dan GIF.
Berkaitan dengan masalah ukuran file dan proses loading maka penggunaan format image yang tepat merupakan syarat utama :

1. Gunakan format GIF bila :
•Gambar Anda banyak berisi area kosong besar dan warnanya datar
•Anda ingin meyakinkan bahwa grafik Anda dapat diterima oleh semua browser dan platform
•Anda ingin membuat area di grafik menjadi transparan.

2. Gunakan format JPEG bila :
•Grafik Anda memiliki tonal yang bervariasi
•Grafik Anda adalah fotografi penuh warna

Buat beberapa versi dari situs Anda

Saat ini teknologi web berkembang dengan pesat, di satu sisi hal itu memacu para desainer web/web author untuk membuat halaman-halaman web yang semakin indah dan canggih. Namun di sisi lain, hal itu juga berarti kebutuhan kecepatan akses yang semakin tinggi.

Oleh karena itu, bila Anda mendesain/membuat sebuah situs web dan jika server situs Anda masih memiliki sisa ruang yang cukup besar maka bisa dibuat beberapa versi situs. Misalnya situs versi A untuk pengunjung yang memiliki koneksi internet yang relatif cepat (bisa dilihat di bagian selanjutnya) dan situs versi B untuk pengunjung yang memiliki koneksi internet yang relatif lambat.

Contoh :
•Beberapa situs menyediakan versi HTML standar dan versi Shocked-nya yang membutuhkan plug-in tambahan dan tentunya kecepatan akses yang lebih cepat. Contoh situsnya adalah : www.fightthefuture.com
•Ada juga yang menyediakan versi text only dan text and images

Gunakan Teknologi Web yang Semakin Canggih

Ada beberapa situs yang dibuat dengan menggunakan bantuan software-software canggih seperti Flash, Dreamweaver ataupun menggunakan teknologi Active X, Dynamic HTML, Java, JavaScript, dan lain-lain. Beberapa diantara situs-situs tersebut memang dimaksudkan untuk menunjukkan kepiawaian pengelola/desainer situs web memasukkan beragam teknologi tersebut ke dalam situs mereka dan ditujukan untuk pengunjung situs yang memiliki koneksi yang cepat ke internet.

Beberapa teknologi web
•Bahasa pemrograman Java yang merupakan sebuah bahasa pemrograman berbasis objek yang dapat diintegrasikan dengan file HTML melalui objek khusus yang disebut applet.
Beberapa keuntungan menggunakan Java :
•merupakan subset dari C++
•bisa dipakai ulang (reusable) dan berorientasi objek
•memungkinkan pembangunan situs yang interaktif
Beberapa kerugian/batasan dari penggunaan Java :
•Masih belum ada standardisasinya
•Masih belum dapat mensuport semua platform
Namun dengan dukungan dari beberapa pabrik browser besar seperti Netscape dan Microsoft maka penggunaan Java akan semakin maju.
Selain Java kita juga mengenal JavaScript, JavaScript merupakan bahasa scripting yang berbeda dengan Java walaupun memiliki struktur bahasa dan konsep eksekusi yang mirip.
Contoh penggunaan Java dan JavaScript : reminder, kalender, shopping cart, kalkulator, dan lain-lain
•Teknologi CGI yang merupakan mekanisme komunikasi interaktif client-server. Dengan menggunakan CGI maka pengunjung dapat melakukan interaksi dengan situs web secara interaktif. Script CGI dapat dibuat dengan menggunakan Perl, shell UNIX, C, ataupun bahasa pemrograman lainnya.
Beberapa keunggulan CGI :
•relatif lebih cepat dari Java
•disupport oleh berbagai platform client dan server
•bisa digunakan oleh client yang menggunakan broser berbasis grafik (Netscape, IE dan lain-lain) ataupun yang berbasis text (lynx pada UNIX)
Kelemahan/batasan CGI :
•menghabiskan relatif lebih banyak waktu proses dibandingkan Java
Contoh penggunaan CGI : search engine, akses database, webmail, eCard, dan lain-lain.
•Teknologi shockwave dari Macromedia, membuat dokumen Director dapat dimainkan pada Web. Director telah biasa dipergunakan, setidak-tidaknya bagi para desainer aplikasi interaktif, yang dipercaya sebagai peranti penciptaan aplikasi multimedia yang mewah. Dengan menggunakan aplikasi Afterburner, programmer director dapat mengompres dan menciptakan dokumen Shockwave yang dapat dilihat dari berbagai browser yang telah diinstall Plug-In Shockwave.

Plug-in

Untuk dapat menikmati teknologi-teknologi web tersebut, tak jarang pengunjung situs harus memiliki plugins khusus untuk browser mereka. Sebagai contoh :
•Untuk menikmati situs-situs yang menggunakan Shockwave dan Flash dari Macromedia maka dibutuhkan plugin Shockwave dan Flash Player yang bisa didapatkan di www.macromedia.com/shockwave/download/
•File-file Real Audio / Video membutuhkan player yang bisa Anda dapatkan di www.real.com
•Untuk melihat/membaca file-file PDF kita bisa mendownload program Adobe Acrobat Reader dari situs Adobe (www.adobe.com/products/) yang tersedia gratis.

Tips

Situs yang baik juga akan menyediakan link bagi pengunjung situs menuju ke tempat download plugins yang dibutuhkan.

Proses loading dari situs-situs web tersebut biasanya memakan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan situs-situs yang ‘biasa’. Disarankan agar dibuat beberapa versi dari situs yang Anda buat seperti telah disebutkan pada bagian sebelumnya.

Berikan Sesuatu yang Gratis untuk Pengunjung Situs Anda

Mencari sesuatu yang gratis/dengan biaya murah merupakan suatu sifat dasar manusia yang tidak bisa dipungkiri. Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk meningkatkan popularitas website Anda.

3. Membuat link khusus ke tempat-tempat yang memiliki sesuatu yang gratis.
Hal ini bisa dilakukan untuk membuat website kita lebih menarik tanpa harus membuat suatu produk tertentu. Anda terlebih dahulu harus menentukan barang-barang gratis macam apa yang ingin Anda tampilkan. Setelah itu cari situs yang menyediakan barang-barang tersebut lalu cantumkan alamat situs tersebut dalam situs web Anda. Sebaiknya untuk pencantuman link ini, Anda memberitahu pemilik situs tersebut agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.
Beberapa contoh barang gratis yang diminati penjelajah internet dan bisa Anda cari situs-situs penyedianya: Manual/On Line eBooks, poster, gambar/icon, music (mp3/midi), movie clip, CD, dan lain-lain.

4. Menyediakan sesuatu yang gratis dari website kita (contoh Intel, Oracle, Sun)
Beberapa situs di internet menawarkan barang-barang gratis milik/produksi mereka sendiri. Hal ini bisa dilakukan untuk media promosi dari suatu perusahaan/organisasi yang memiliki kemampuan keuangan yang sangat baik.
Sebagai contoh :
•Langganan CD Gratis yang bisa berisi shareware, info produk, dan lain-lain. Hal ini sudah dilakukan oleh Intel, Sun, dan lain-lain.
•Langganan Majalah gratis yang berkaitan dengan content situs yang dikelola. Sebagai contoh anda bisa mengunjungi Oracle Magazine (www.oramag.com)
•Katalog dari produk-produk yang ditawarkan. Contohnya adalah www.artrock.com
•Contoh (Sample) produk seperti komponen-komponen elektronik (transistor, op-amp, dan lain-lain), software evaluation version, dan lain-lain.
•Databook yang berguna untuk mencari referensi dari sebuah produk. Contohnya: Intel (www.intel.com) , mereka menyediakan berbagai data mengenai produk mereka seperti mikroprosesor, mikrokontroler, dan lain-lain yang digabung dalam beberapa buku (databook).

5. Sediakan layanan-layanan gratis yang dapat menarik pengunjung sekaligus sebagai media promosi. Ini berkaitan dengan teknologi web yang telah dibahas pada bagian sebelumnya. Contohnya adalah layanan electronics Cards gratis yang masing-masing cardnya bisa berisi link menuju situs Anda.

Buat Isi Homepage Anda Selalu Baru (Update)

Suatu situs web yang baik akan selalu menunjukkan aktivitas updating content yang baik. Dengan semakin seringnya content diperbaharui (ditambah, diganti, dikoreksi, diperiksa link-nya, dan lain-lain) menunjukkan kepada penjelajah situs bahwa memang situs anda adalah situs yang benar-benar terurus.

Hal seperti ini sangat direkomendasikan untuk situs-situs penyedia informasi di mana informasinya itu sering berkembang dalam rentang waktu yang singkat, seperti situs-situs majalah, koran, bursa, dan lain-lain.

Ada berbagai cara untuk melakukan proses update ini :
6. Secara manual : Anda update sendiri halaman-halaman web Anda dengan editor HTML yang ada, kemudian save dan upload
7. Secara otomatis : Anda bisa menggunakan teknologi web yang telah ada untuk mempermudah proses updating misalnya menggunakan CGI atau teknologi lainnya sehingga memudahkan pengelola situs untuk terus memperbaharui situsnya.

Menambahkan feature-feature yang menarik.

Dari berbagai teknologi web yang telah dikenal maka Anda dapat membuat suatu layanan/feature khusus dari situs web Anda yang dapat menarik perhatian pengunjung. Ide dasarnya adalah menarik pengunjung dengan fasilitas/layanan yang disediakan kemudian membuat mereka penasaran untuk mengeksplorasi lebih lanjut situs web kita.
Beberapa contoh layanan tersebut adalah eCard, search engine, discussion room, chat room, free hit counter, dan lain-lain.

Ada beberapa cara untuk membuat pengunjung tertarik dengan situs web kita:
•link dari search engine/situs lain diarahkan menuju halaman utama dari situs kita, sehingga memaksa pengunjung untuk mengeksplorasi situs kita lebih lanjut.
•link dari search engine/situs lain langsung diarahkan menuju halaman yang berisi fasilitas yang ditawarkan. Dan dari setiap layanan yang diberikan, pengunjung ‘dibujuk’ untuk melakukan eksplorasi lebih jauh. ‘Bujukan’ itu sendiri bisa berupa beberapa preview image yang menarik, banner, dan lain-lain.

Iklan Website.

Agar situs web Anda dapat dikenal maka Anda harus melakukan promosi mengenai web Anda. Ada banyak cara, diantaranya :
8. Daftarkan search engine yang paling banyak diakses (contoh : yahoo, altavista, infoseek, dan lain-lain).
9. Bisa juga melakukan promosi melalui produk, majalah, katalog, eCards, layanan webmail, banner, dan lain-lain.
10. Selain itu Anda bisa juga menggunakan sarana IRC jika memang diijinkan, memungkinkan, dan sesuai dengan isi/tema dari channel IRC tersebut.

Penutup
Contoh-contoh di atas merupakan beberapa contoh ide yang bisa dimunculkan untuk membuat web Anda lebih ‘populer’. Dan penulis yakin bahwa banyak di antara pembaca yang bisa memunculkan ide yang jauh lebih baik dan orisinil. Akhir kata, semoga Anda bisa bekarya dengan lebih baik lagi dan membuat dunia internet Indonesia lebih semarak.


10 Oktober 2009

Asimilasi

Asimilasi, adalah sebuah fenomena di mana dua fenom yang berbeda dan letaknya berdekatan menjadi sama.

Asimilasi, juga berarti : bercampurnya 2 kebudayaan dalammasyarakat setempat (contoh : dalam satu negara atau dalam satu keluarga), sehingga tercipta suatu budaya baru.ASIMILASI

Asimilasi ialah proses kognitif yang membolehkan individu mengintegrasi pengalaman baru dengan skema yang sedia ada. (Iaitu, melatakkan rangsangan atau pengalaman baru ke dalam skema sedia ada. Asimilasi berlaku sepanjangn masa kerana manusia sentiasa memproses rangsangan yang kian dialami dan kian bertambah. Skema adalah seperti ballon dan asimilasi ialah seumpama memasukkan angin ke dalam ballon itu. Lama kelamaan, ballon itu menjadi besar (iaitu perubahan kuantitatif sahaja) tetapi bentuknya tidak berubah (iaitu tidak ada perubahan qualitatif). Skema baru tidak dihasilkan kerana skema yang lama digunakan dan ini bermakna tidak ada perkembangan skema.

Contoh kasus :

Asimilasi, Pencinaan Kembali, dan Pengakuan

Minggu-minggu terakhir ini, sejumlah kota-kota besar di Indonesia ’memerah’ oleh kain-kain dan lampion-lampion. Pusat-pusat perbelanjaan, hotel, dan restoran seperti berganti busana, menghiasi diri dengan nuansa merah. Tahun baru Imlek. Sekarang, perayaannya sama meriahnya dengan perayaan Lebaran dan Natal. Ini adalah tahun kelima sejak pemerintah Indonesia memberikan kebebasan kepada masyarakat Tionghoa di Indonesia untuk merayakan hari besar adat istiadat mereka. Warna merah seperti menjadi simbol kebebasan bagi bangsa perantau ini yang selama berabad-abad bergulat mencari bentuknya sebagai sebuah entitas di negeri orang. Melongok kembali perjalanan orang-orang Tionghoa di bumi Nusantara dan kontribusi mereka pada sejumlah kebudayaan yang sekarang ini kita sebut sebagai budaya lokal, sungguh mereka tidak bisa disebut sebagai sebuah bangsa ’lain’ di negeri ini. Apa yang kita kenal selama ini sebagai kebudayaan lokal masyarakat Indonesia, banyak yang awalnya adalah kebudayaan Cina. Bangsa Cina, dalam sejarah, memiliki peran dalam mentransformasikan sejumlah teknik dalam kehidupan sehari-hari yang kini melebur, dikembangkan, dan menjadi identitas masyarakat setempat. Salah satu hal yang tersisa dan melekat pada mereka sekaligus yang menegaskan identitas mereka sebagai orang Tionghoa adalah perayaan Imlek. Menarik sekali, menyusuri lorong-lorong masa lalu dan melihat pergulatan anak cucu dari negeri Cina ini berinteraksi di negeri Nusantara sampai dengan titik sejarahnya yang ’memerah’ seperti sekarang.Tulisan ini dibagi menjadi dua. Bagian pertama mencoba menyusuri sejarah kedatangan orang-orang Tionghoa dan pergumulan asimiliasi yang terjadi dengan masyarakat setempat. Tulisan kedua mencoba melihat warisan apa saja yang diberikan oleh masyarakat Tionghoa yang sekarang menjadi milik masyarakat Indonesia. O, iya, sebelum lupa, Xin nian kuaile (Selamat tahun baru), gong xi fa cai (Semoga tambah kaya).

Tidak ada catatan yang jelas tentang kapan bangsa Cina pertama kali bersentuhan dengan Nusantara. Dalam sumber-sumber Cina disebutkan bangsa Cina telah mengenal Jawa sejak awal abad pertama Masehi. Hal tersebut ditunjukkan oleh catatan Cina tentang terdamparnya pendeta Buddha Fa Hsien (Fa Hian/ Faxian) di sebuah pulau yang bernama ’Ya-wa-di’. Disebutkan, pendeta Fa Hsien tinggal di situ selama lima bulan setelah berlayar selama 90 hari dalam perjalanan dari Sri Langka ke Kanton pada tahun 414 M. Ya-wa-di adalah transliterasi Cina dan toponim Jawadwipa-sebutan Jawa dalam teks Sanskerta.Selain itu, sejumlah benda prasejarah yang ditemukan di Indonesia menunjukkan terjadinya interaksi bangsa Cina dengan Nusantara. Berbagai kapak batu zaman neolithikum yang ditemukan memiliki persamaan dengan kapak batu giok atau Zamrud yang ditemukan di Tiongkok dan berasal dari jaman yang sama. Temuan-temuan itu menunjukkan bahwa hubungan lalu lintas pelayaran antara orang Tionghoa dari Tiongkok dengan Nusantara telah berlangsung sejak jaman baheula. Baru pada zaman kerajaan Airlangga yaitu Tuban, Gresik, Jepara, Lasem, dan Banten, dapat dibuktikan adanya berbagai koloni Tionghoa. Masih menurut catatan yang ada, orang-orang Tionghoa mulai berdatangan ke Indonesia pada abad ke-9, yaitu pada jaman Dinasti Tang untuk berdagang dan mencari kehidupan baru.

Asimilasi

Di Indonesia, sejak awal abad pertama Masehi, interaksi antara orang Cina dengan masyarakat pribumi berlangsung selama berabad-abad. Unsur-unsur Cina melebur dengan unsur-unsur lainnya. Mereka hidup membaur dan membawa kebudayaan masing-masing. Orang Tionghoa hidup dengan berdagang, bertani, dan menjadi tukang. Umumnya, mereka tidak membawa isteri dari Tiongkok. Mereka mengawini perempuan Jawa atau Melayu, atau membeli budak untuk dijadikan gundik atau isteri. Pada zaman itu, ada aturan perempuan dilarang pergi ke luar Tiongkok. Sejarawan Prancis, Prof Dr Denys Lombard, dalam bukunya "Nusa Jawa: Silang Budaya" menyebut, asimilasi kebudayaan Cina dan kebudayaan-kebudayaan lain di Nusantara berlangsung sangat mulus dan alami. Jawa, sebelum masa kolonialisme Belanda, adalah ruang yang reseptif bagi terjadinya perjumpaan kebudayaan dari berbagai negeri. "Sulit menelusuri sejarah kelompok-kelompok Cina yang pertama," tulis Lombard.

Pencinaan kembali

Proses asimilasi bangsa Cina dengan masyarakat setempat yang berjalan begitu natur selama berabad-abad tersendat, kalau tidak ingin dibilang putus, memasuki paruh pertama abad ke-18 dan awal abad ke-19. Pada abad ini, identitas kecinaan di tanah Jawa mulai muncul. Situasi ekonomi dan politik di daratan Tiongkok, meningkatnya arus pelayaran sebagai akibat dari dibukanya terusan Suez di pertengahan abad ke-19, dan mulai berkuasanya Belanda atas tanah Hindia membuat bangsa Cina mengalami fase pencinaan kembali. Lombard mencatat tiga peristiwa penting di atas sebagai faktor yang sangat mempengaruhi dialektika budaya masyarakat Cina di tanah Jawa. Pertama, memburuknya situasi perekonomian Cina di penghujung kekuasaan dinasti Qing pada akhir abad 19. Pertanian di Cina mandeg dan tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan pangan penduduk yang semakin banyak jumlahnya. Pada waktu yang bersamaan, pemerintah Hindia Belanda membuka tambang-tambang baru yang memerlukan tenaga kerja yang banyak. Memburuknya situasi ekonomi di negeri sendiri mendorong bangsa Cina berbondong-bondong datang ke Hindia Belanda. Pada awal abad 19, jumlah orang Cina yang menetap di Batavia berjumlah 100.000 dan berkembang menjadi 500.000 pada akhir abad ke 19. Bisa dipahami kemudian jika meningkatnya jumlah masyarakat Cina dan pengelompokan suku bangsa yang dilakukan Belanda meningkatkan kesadaran akan identitas mereka sebagai kelompok tersendiri. Di pihak lain, kehadiran mereka pun tidak diterima baik oleh masyarakat setempat. Mereka pun mengembangkan kebudayaan mereka sendiri sebagai sebuah bangsa. Kelenteng tumbuh berpuluh-puluh selama beberapa dasarwarsa menjadi simbol identitas budaya. Kelenteng juga menjadi tempat pertemuan atau klub.Perkembangan kedua yang menjadi faktor terjadinya pencinaan kembali, menurut Lombard, adalah dibukanya terusan Suez pada tahun 1865. Jalur baru yang dibuka ini meningkatkan emigrasi besar-besaran wanita-wanita Cina. Ada yang berlayar ke Hindia Belanda dengan paksaan. Mereka terutama gadis-gadis malang yang diculik dan dikirim ke rumah-rumah pelacuran di Laut Cina Selatan. Ada pula yang beremigrasi karena menghindari kawin paksa. Namun, dorongan utama emigrasi adalah kesulitan hidup yang mereka alami di negeri asalnya. Bisa ditebak, kehadiran wanita Cina dalam jumlah besar itu berpengaruh sangat besar dalam proses perkawinan. Lelaki-lelaki Cina yang sebelumnya tidak mempunyai pilihan lain selain mengawini wanita pribumi, kemudian cenderung mengambil wanita satu negeri sebagai isteri. Asimilasi yang sebelumnya terjadi karena proses perkawinan campur terhenti dan pencinaan terjadi melalui rumah tangga.Perkembangan ketiga, masih menurut Lombard, bersifat lebih politis, yaitu berkaitan dengan perkembangan situasi di Cina sendiri. Pergolakan anti Manchuria dan bangkitnya nasionalisme Cina membangkitkan pula semangat identitas sebagai bangsa di perantauan. Mulai meredupnya era kedinastian dan proklamasi republik yang dideklarasikan oleh Dr Sun Yat Sen menumbuhkan semangat nasionalisme kaum perantauan. Terbitnya semangat nasionalisme ini kemudian semakin dibangkitkan dengan ekspansi yang dilakukan Jepang di daratan Cina.

Kegamangan dan asimilasi paksa

Entitas yang mulai tumbuh sebagai sebuah bangsa mendadak menjadi gamang ketika Perang Dunia II berakhir. Berakhirnya rezim kolonial dan lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sontak membuat orang bertanya tentang status kelompok masyarakat mereka yang sejak zaman kolonial terbiasa membentuk kelompok tersendiri. Dalam perkembangan republik ini, identitas Cina menjadi baju panas untuk dikenakan.

Pascakemerdekan Indonesia, asimilasi yang tehenti di zaman kolonial coba diteruskan. Namun proses asimilasi yang dilakukan menjadi sesuatu yang dipaksakan dan banyak dirasakan sebagai pemerkosaan hak asasi. Asimilasi adalah Indonesianisasi. Atas nama asimilasi tersebut pemerintahan pertama Republik Indonesia mengeluarkan peraturan penggantian nama. Tidak hanya soal nama, pada tahun 1967 rezim Orde Baru mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1967 yang melarang perayaan-perayaan pesta agama dan adat istiadat Cina. Begitulah, selama 32 tahun identitas kecinaan menjadi sesuatu yang tabu untuk ditunjukkan.

Pengakuan
Jaman toh berubah, rezim Soeharto jatuh pada tahun 1998. Pascakerusuhan Mei 1998 bermacam-macam kelonggaran diberikan kepada komunitas Cina. Seiring dengan tuntutan reformasi, mereka mulai merasakan kebebasan baik dalam soal memilih maupun mendirikan partai. Koran-koran mulai ramai dipenuhi iklan kursus bahasa Mandarin. Sejumlah lowongan kerja bahkan mencari kandidat yang menguasai bahasa Mandarin. Kesenian barongsai yang sekian lama dimainkan pada komunitas terbatas sekarang dapat tampil di depan publik, bahkan di sejumlah pusat perbelanjaan. Barongsai yang dulu menjadi simbol represi sekarang menjadi simbol kebebasan.

Eksistensi masyarakat Tionghoa semakin diakui setelah Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000 tentang pencabutan Inpres No 14 Tahun 1967. Pengakuan bahwa masyarakat Cina adalah bagian dari bangsa ini sepertinya menjadi parpurna setelah Presiden Megawati Soekarnoputri menetapkan Hari Raya Imlek dalam daftar tanggal merah almanak Indonesia.

Di luar negerinya sendiri, masyarakat Cina tidak hanya ada di Indonesia. Penyebaran orang Cina ke seluruh dunia yang memuncak pada akhir abad 19 dan 20 mencakupi wilayah yang sangat luas. Bencana alam dan gejolak politik yang melahirkan perang tak berkesudahan di daratan Tiongkok menyebabkan banyak orang Tionghoa meninggalkan negerinya berbekal nekat dengan bundalan kain seadanya menjajaki nasib baru di negeri orang. Jutaan orang Tionghoa menyebar mulai dari Asia Tenggara seperti Filipina, Vietnam, Thailand, Burma, Kamboja, Malaysia, Singapura, Indonesia, sampai Mauritius, Afrika Selatan, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Kepulauan Pasifik, dan sebagainya.Migrasi yang diikuti kolonisasi selama berabad-abad memperluas pemukiman dan kebudayaan orang Tionghoa. Keberadaan mereka di setiap jengkal belahan dunia merupakan produk sejarah. Jumlahnya mencapai puluhan juta orang. Kehadiran mereka tidak dapat diabaikan. Mereka menjadi entitas yang tidak dapat dipisahkan dari suatu bangsa di negara yang dihuninya, termasuk Indonesia. (Heru Margianto).

 

About

Site Info

Digsby

GW KAGAK ADA, LO MAU APA...? Copyright © 2009 Community is Designed by Bie